Indonesia Virtual Tour Siap Jadi Stimulus Pengembangan Pariwisata

Program Indoensia Virtual Tour diharapkan menjadi bagian stimulus dalam pengembangan dan menarik wisatawan berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Indonesia. Dalam program ini kolaborasi menjadi hal penting untuk menggerakkan kembali sektor pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19.

“Gebrakan awal tahun yang digagas oleh Visual Anak Negeri ini diharapkan menjadi stimulus bagi mitra co-branding lainnya untuk segera beraksi dalam pengembangan pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia,” kata Nia Niscaya, deputi bidang Pemasaran Kemenparekraf RI, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/2/2022).

Nia mengatakan program Indonesia Virtual Tour ini bisa menjadi manifestasi dari salah satu kata kunci yang sering digaungkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. “Di dalamnya diperlukan adanya kolaborasi dan semangat Indonesia incorporated,” ujarnya.

Norman Saleh, ketua Yayasan Visual Anak Negeri, menjelaskan program ini nantinya meliputi pembuatan konten virtual reality kawasan pariwisata yang ada di Indonesia.

Selain pembuatan konten, program ini akan menghadirkan juga platform digital berupa website yang akan menyajikan konten-konten virtual reality Pariwisata yang ada di Indonesia yang sudah bisa diakses di https://indonesiavirtualtour.com

“Nantinya dapat diakses secara gratis oleh seluruh masyarakat Indonesia maupun dunia melalui prangkat digital yang mereka miliki dan salah satunya kacamata VR,” ujarnya.

Dalam menjalankan program ini, CEO PT Visual Anak Negeri Fadly Hacarya, bakala melibatkan stakeholder pariwisata di Indonesia, komunitas 360, dan Ragdalion Tech yang akan membuat serta mengelola platform digital tersebut.

“Kita juga akan melibatkan musisi Indonesia untuk terlibat dalam pembuatan single maupun musik latar di Indonesia Virtual Tour,” katanya.

Pada tahun ini, kata Fadly, target dari pembuatan konten Virtual Reality Pariwisata Indonesia meliputi Nusa Penida (Bali), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), Bromo (Jatim), Candi Borobudur (Jateng), Likupang ( Sulut), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Wakatobi ( Sulteng).

Selanjutnya lagi ada Morotai (Malukut Utara), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Geopark Cileteuh (Jabar), Candi Prambanan, Candi Boko. Malioboro (DI Yogyakarta), Nepal Van Java (Jateng), Krakatau (Lampung) serta beberapa Ibukota Propinsi di Indonesia.

“Untuk kota pertama yang menyambut baik program Indonesia Virtual Tour pembuatan adalah kota Palembang,” kata Norman menimpali.

Harry ‘Koko’ Santoso, penasehat program Indonesia Virtual Tour, menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata dalam mendorong keberagaman yang dimiliki Indonesia. “Indonesia itu sangat kaya. Dengan adanya program semacam ini kami harapkan bisa lebih banyak lagi didokumentasikan kebudayaan anak negeri Indonesia,” ujarnya.

sumber : republika.co.id